Alasan Kenapa Sampah Dikelompokkan

  • by

Sampah merupakan limbah yang sudah tidak layak digunakan. Jenis sampah terdiri atas dua, yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Kedua sampah tersebut sebaiknya ketika dibuang dikelompokkan di tempat sampah fiberglass atau dipisah. Pengelompokan sampah ditentukan dari jenis sampah itu sendiri: mudah terurai secara alami dan sulit terurai.

Sampah organik termasuk ke dalam golongan sampah yang mudah terurai secara alami. Sebaliknya, sampah non-organik proses penguraiannya memerlukan waktu yang sangat lama.

Proses penguraian untuk sampah organik cukup mudah meski hanya dibuang begitu saja. sampah-sampah organik misalnya, kulit buah, daun-daunan, sisa makanan, dan sisa sayuran. Biasanya jenis sampah organik ini bisa Anda oleh kembali menjadi biogas, pakan ternak, maupun pupuk.

Pengolahan sampah organik dimaksudkan agar tidak menumpuk yang memicu pencemaran udara melalui bau pembusukan. Proses pembusukan dari limbah sampah organik bisa memicu berbagai penyakit.

Berbeda dengan sampah non-organik yang setiap jenis sampahnya memerlukan waktu penguraian yang lama. Plastik, kaleng, ban, botol minuman, dan lain sebagainya. Sampah tersebut tidak bakal hancur dalam waktu singkat meski sudah dibakar. Namun, sampah ini nyatanya bisa diolah menjadi barang bernilai ekonomis.

Di setiap tempat, seperti taman, kantor, mall, hingga rumah sakit disediakan dua tempat sampah, yaitu organik dan non-organik. Penggolongan sampah tersebut dimaksudkan unutk mencegah penumpukan. Selain itu, menggolongkan sampah memudahkan pemilihan serta pengolahan kembali berdasarkan jenis sampah.

Oleh sebab itu, dibuatlah pengelompokan tempat sampah agar ketika dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah sudah terseleksi berdasarkan jenisnya. Jika tidak terseleksi, TPA akan selalu kebanjiran sampah yang memicu pencemaran udara.

Nah, pengelompokan sampah ini dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran. Misalnya, botol racun serangga atau botol bekas cairan yang berbahaya tidak Anda buang di tempat semestinya. Bisa jadi, ketika sampah non-organik yang terbawa ke sampah organik memicu masalah baru, pencemaran udara.

Itulah kenapa sampah organik dan non-organik sebaiknya dipisahkan. Selain mengantisipasi pencemaran dan penumpukan, pengelompokan sampah dimaksudkan untuk memilih mana yang bisa dialihfungsikan.

Kebanyakan sampah yang bisa daur ulang adalah sampah non-organik. Jika Anda cermat, sampah tersebut bisa berubah menjadi barang bernilai ekonomis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *