Nasi Arab, Kuliner Favorit Arab Saudi

Perjalanan ibadah haji merupakan perjalanan ibadah yang amat penting, sebagai bagian dari rukun Islam, tentunya kita sebagai hamba Allah harus sungguh-sungguh dalam menjalankannya. Berbagai pengorbanan kita lakukan agar bisa menunaikan ibadah haji, semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur.

Selama berada di Madinah ataupun Makkah tentunya banyak waktu yang anda miliki, di sela-sela ibadah yang anda lakukan pastikan anda juga dapat melakukan ziarah ke tempat-tempat bersejarah  yang akan menambah semangat keislaman anda.

Sebagai contoh apabila anda memilih program Haji Furoda, tentunya hal ini merupakan nikmat yang Allah berikan, karena dengannya waktu tunggu untuk ibadah haji menjadi singkat, di tahun yang sama anda sudah bisa berangkat haji, In Syaa Allah.

Bersama-sama dengan jamaah lainnya menikmati kuliner adalah pilihan yang cocok, bisa anda lakukan ketika setelah menunaikan sholat Ashar, atau beberapa jam setelah sholat Isya.

Sebenarnya tak jauh berbeda dengan Indonesia. Nasi juga menjadi makanan utama masyarakat Arab. Adalah nasi khabsah, bukhari mandi dan hashi yang dapat dinikmati selama kita berada di Arab.

Makanan utama ini ringan ditemui terjaja di pinggir jalur baik di Makkah, Madinah, Jeddah dan wilayah lainnya.

Bahan dasar dari nasi khas Arab sama, yaitu berasmati. Meski memiliki kesamaan yakni berbahan dasar beras dan rempah, terdapat sedikit perbedaan dari cara memasak kuliner nasi ini.

Contohnya seperti nasi bukhari, nasi ini dimasak bersama dengan cara biasa usai diberi bumbu dan pewarna. Biasanya sesudah itu ditambahkan kismis atau bijian lain sebagai pelengkap. Serta daging ayam, kambing hingga kadal sebagai menu lauknya. Nasi ini kebanyakan berwarna merah.

Lainnya dengan nasi mandi, cara memasaknya sedikit lebih rumit. Ditanak memakai bara di dalam tanah, dibumbui kaldu atau tetesan minyak kambing atau ayam.

Sebagai pelengkap umumnya memakai wortel dan kismis. Dibanding nasi lainnya, Nasi Mandi berwarna paling terang dan punya rasa paling lembut.

Kemudian Nasi khabsa, dimasak bersama dengan bumbu rempah yang digoreng. Usai itu ayam atau kambing dimasukkan disempurnakan air dan beras. Serta ditanak memakai kaldu. Nasi ini umumnya berwarna kecoklatan.

Adapula Nasi Hashi atau nasi onta. Nasi ini dimasak biasa tapi sistem perebusan ontanya mencapai 18 jam, sehingga menghasilkan daging onta yang lembut dan enak disantap.

Sedangkan untuk harganya, menu yang paling mahal di antara nasi Arab adalah nasi onta. Harganya mencapai 85 riyal Arab Saudi (SAR). Sisihkan dana anda untuk menghilangkan penasaran anda terhadap kuliner khas arab yang satu ini.

Tentunya Wisata kuliner ini jangan sampai menjadikan aktivitas rutin anda dikala senggang, manfaatkan banyaknya waktu anda dengan perbanyak zikir dan tekad untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dan persiapkan kondisi fisik anda dengan baik untuk menghadapi aktivitas ibadah haji yang pokok.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *